Home
level 10
Showing posts with label level 10. Show all posts
Showing posts with label level 10. Show all posts
Putri Hujan
Sore ini, hujan cukup deras. Kami tadinya mau jalan-jalan sore dengan mengayuh sepeda. Akhirnya kami hanya di teras rumah saja sambil memandangi hujan yang berangsur reda. Agar mahira tidak bosan karena tidak jadi bersepeda, akhirnya saya mendongeng tentang hujan.
Di negeri yang jauh di atas awan, hiduplah seorang putri benama putri hujan. Setiap saat ia menangis, hujan turun ke bumi seperti saat ini. Putri awan menangis jika ia terkena hembusan angin yang kencang sehingga dia bersin-bersin dan akhirnya menangis kedinginan. Saat ia berhenti menangis, hujan pun reda dan pelangi muncul dari balik awan.
"Sekarang putri hujan masih nagis ya, Mah?"
"Iya, tapi udah mau berhenti tuh. Hujannya udah mau reda"
"Oh iya, yuk mah kita main sepeda." ujarnya
Kami pun akhirnya bersepeda mengelilingi komplek. Saat itu Mahira benar-benar takjub ketika melihat pelangi muncul. Ia yang menyadari terlebih dahulu ada pelangi di atas langit.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Kisah Pemilik Dua Kebun Anggur
Masih kisah yang tertera dalam surah Al-Kahfi yakni, Kisah Pemilik dua Kebun Anggur. Kali ini menceritakan seorang kaya raya yang sombong namun akhirnya dia kehilangan hartanya dan menyesal akibat perbuatannya.
***
Dahulu kala, hiduplah seorang pemilik dua kebun anggur yang sangat kaya raya. Dia memiliki kebun anggur yang luas dan dikelilingi kebun kurma. Diantara kebun anggurnya dialiri sungai yang jernih. namun ia ternyata sangat sombong dan tidak tahu berterimakasih kepada Allah.
Temannya mengingatkan ia aga tidak sombong dan bersyukkur kepada Allah. Akan tetapi saudagar kaya itu tetap tidak mendengar.
Suatu hari badai datang dan memporakporandakan kebun anggur kesayangannya. Semuanya habis dihantam badai. tingga; sang saudagar kaya itu menangis tersedu dan menyesali perbuatannya.
Andai ia dulu tidak sombong dan taat pada Allah.
***
Di akhir cerita pun saya menjelaskan pada Mahira bahwa kita harus bersyukur atas apa yang Allah beri dan tetap taat rajin ibadah juga berdoa karena semua yang kita miliki adalah pemberian sekaligus titipan dari Allah. Entah bagaimana balita ini memaknainya tetapi saya rasa ia cukup paham dengan makna bersyukur.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Ashabul Kahfi
Cerita kali ini tentang kisah 7 orang pemuda yang disebut dalam surah Al Kahfi. Mahira mendengarkan cerita ini dengan penuh pertanyaan.
***
Suatu hari, 7 orang pemuda diusir oleh Raja yang kejam. Raja mengusir ketujuh pemuda itu karena mereka beriman kepada Allah. Mereka menyelamatkan diri ke gua dengan seekor anjing yang siaga di depan gua tersebut. Tak lama kemudian mereka tertidur lamaaa sekali.
Suatu waktu, ketujuh pemuda tersebut terbangun dari tidurnya. Mereka merasa heran karena rasanya mereka sudah tertidur lama sekali. Salah seorang dari meeka pun pergi ke kota untuk membeli makanan. Akan tetapi betapa terkejutnya sang pemuda yang pergi ke kota tersebut, karena kotanya telah berubah. Pemuda itu memberanikan diri bertanya pada salah seorang pedagang.
Ternyata benar, mereka tertidur sangat lama. Tiga abad lamanya. Orang-orang pun heran dan mulai bertanya-tanya. Akhirnya salah seorang warga menjelaskan jika Raja yang kejam itu sudah tidak ada 300 tahun yanng lalu. Kini negerinya aman dan sejahtera.
Ketujuh pemuda itupun keluar dari gua dalam keadan bersyukur kepada Allah.
***
Akhirnya Mahira pun mengambil buku lainnya setelah puas bertanya-tanya tentang apa itu gua, kenapa raja galak, beli apa kakak itu, dan pertanyaan ajaib lainnya.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Perkebunan Stroberi
Beberapa waktu lalu, kami menghabiskan waktu bersama keluarga di sebuah restoran dengan tema Stroberi. Mahira sangat antusias dan ingin memegang sebuah patung stroberi yang sangat besar. Di rumah, ia minta diceritakan tentang kebun stroberi.
Akhirnya Mama berkisah tentang Perkebunan Stroberi.
***
Suatu pagi yang cerah, Pak Tani pergi ke kebun stroberi. Ia hendak memetik buah-buah stroberinya yang sudah bisa di panen. Hari ini ia ingin memasak kue stroberi dan jus stroberi. Anak-anak Pak tani pun ikut membantu memetik stroberi.
"Wah, buah stroberinya banyak sekali!" ujar anak pak tani.
"Iya, ayo petik yang banyak ya. Hari ini kita memasak," ujar pak tani.
"Hore!" teriak kedua anak Pak Tani bersamaan.
Akhirnya mereka sampai juga dirumahnya dan langsung membersihkan stroberi-stroberi yang merah lalu mulai membuat adonan kue. Sang kakak bertugas membuat kue bersama ibunya, sedangkan sang adik bertugas membuat jus stroberi yang enak bersama ayahnya.
Mereka bekerjasama dan saling membantu. Yeay akhirnya kue dan jus sudah jadi. Saatnya mereka makan bersama.
***
"Aku juga mau stroberi, Mah!" rayu Mahira.
"Iya nanti kita bebikinan lagi di dapur ya. Mahira bantuin Mama papa masak ya seperti anak-anak Pak Tani."
"Iya Aku bantu masak-masak ya stroberi." ujarnya.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Kota yang Ramai
Banyak cara kita mendongeng atau menceritakan sesuatu pada anak. Tidak hanya dengan membacakan sebuah buku, kita juga bisa bercerita lewat permainan yang sedang dilakukan.
Seperti siang tadi, kami bermain maket tentang kota. Setelah membentuk toko-toko, tumbuhan dan orang-orang yang berlalu lalang, Mahira memainkannya.
Dan saya pun mulai bercerita...
***
Suatu hari di kota yang ramai, orang-orang berlalu lalang membeli kebutuhannya di toko-toko pinggir jalan. Ada yang membeli buah dan sayur, permen, kue, bucket bunga dan kebutuhan lainnya. Ada juga yang sekedar bercengkrama di sebuah kafe dengan secangkir kopi panas.
Tiba-tiba Mahira bertanya,
"Mah ini ibu-ibu jualan sayur?"
"Iya Nak, itu dia bawa sayuran untuk dijual lagi."
"Mah, Aku mau beli kue disini!" serunya.
"Iya boleh."
"Ia pun berpura-pura jadipembeli dan saya jadi penjualnya.
"Mah ini apa?" tanyanya sambil menunjuk sebuah gedung dengan jam besar di atasnya.
"Ini toko kue dan permen. Diatasnya ada jam besar."
"Kayak London ya, Mah?
Oh sepertinya dia mengingat buku tentang Big Bang di London yang tempo hari dbacakan.
"Iya, mirip sama itu jamnya tapi ini lebih kecil."
***
Akhirnya cerita berakhir setelah ia mulai bosan memainkannya. Dengan permainan ini dia jadi tahu bagaimana keadaan kota sekaligus tahu perbedaannya dengan desa yang lebih banyak kebun, sawah dan peternakan.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Kelahiran Bayi
Ada beberapa buku yang biasanya saya improvisasi untuk diceritakan pada si kecil, karena teksnya terlalu panjang atau agar mahira lebih akrab mendengarnya. Contohnya buku tentang kelahiran seorang anak berjudul 'Ayah dan Ibu Surgaku'.
Dia senang jika saya bercerita tentang buku ini karena saya juga menceritakan saat dia lahir dulu. Dia sangat antusias sekaligus penasaran.
***
"Mahira, dulu Mahira hanya segumpal daging kecil kayak gini lho di perut Mamah." kata saya.
"Oh segini ya? Kecil banget." serunya.
"Iya cuma segini terus Mahira tumbuh jadi besar dan jadi anak bayi, terus keluar deh dari perut Mamah."
"Nangisnya 'ooaa ooaa' ya?" tanyanya.
"Iya, Mahira nangisnya kenceng banget. Terus berhenti nangisnya pas di kasih ASI."
"ASI apa, Mah?"
"Air Susu Ibu."
"Air Susu Mamah!" ujarnya. Mungkin karena ia memanggil saya Mamah jadi tidak mau kalau susu ibu. hehehe..
***
Cerita tentang kelahirannya terus berlanjut hingga ia terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya dia langsung mengulang cerita tadi malam, katanya Mahira sayang sama Mama Papa :)
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Kali ini Mahira ingin dibacakan kamus bergambar Wonderful Al Quran. Dia tertarik karena didalamnya terdapat berbagai macam gambar.
Ada beberapa gambar tentang tata surya didalamnya disertai ayat Al-Quran. Akhirnya Mama memilih cerita tentang Sang Matahari.
***
"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
-Q.S Al-Hajj: 18-
"Matahari itu besar sekali, mahira. Dia juga panas. Makanya kalau siang-siang kan kita merasa panas karena ada matahari yang sedang tinggi-tingginya." jelas saya.
"Matahari silau juga," ujarnya.
"Iya karena sinarnya terik jadi menyilaukan, tapi matahari bermanfaat untuk hidup kita. Jemuran mamah kering karena matahari. Alhamdulillah.."
"Matahari dari Allah ya, Mah?"
"Iya sayang. Matahari dari Allah. Matahari juga benda langit lainnya menyembah Allah. Makanya kita juga shalat dan berdoa karena kita juga ciptaan Allah."
"Ya, Mah. Makasih ya Allah.."
***
Kisah Sang Mataharikali ini ditutup dengan perasaan yang luar biasa terharu. Anak kecil ini ternyata sudah mampu memahami bahwa apapun di dunia ini ciptaan Allah dan ia harus bersyukur serta berterimakasih.
What a wonderful day!
Mahira sedang senang mengeksplor buku ensiklopedi tentang binatang laut. Dia penasaran dengan kerang, gurita, dan bintang laut yang bentuknya unik. Ia tak berhenti bertanya tentang hal itu.
Saat sebelum tidur siang, ia minta diceritakan tentang binatang-binatang laut yang tadi kita bahas.
***
Dongeng Bawah Laut
Di bawah permukaan laut yang dalam, hiduplah beberapa binatang laut yang indah. Ada gurita, kerang, bintang laut, ubur-ubur, ikan kecil dan paus yang besar. Mereka hidup bersama-sama di bawah laut.
Suatu hari, Gugu si gurita kelaparan. Ia ingin memakan ikan-ikan kecil yang ada disana. Ia pun mengejar ikan-ikan kecil itu yang kewalahan dikejar gurita. Happ.. nyam nyam, akhirnya Gugu melahap ikan-ikan kecil itu namun ia belum merasa kenyang. Gugu pun kembali berenang mencari santapannya.
Di tempat yang lain, Keke si kerang sedang membuka katupnya. Waw ada mutiara berkilauan di dalam cangkangnya. Ternyata kerang itu bisa menghasilkan mutiara lho.
Apa itu yang bentuknya seperti bintang? Ternyata si Bintang Laut sedang berenang dengan luwesnya. Permukaan kulitnya seperti bentol-bentol tapi bukan karena di gigit nyamuk. Kaki bintang laut bisa mengeluarkan racun untuk melumpuhkan mangsa atau makanannya.
Hati-hati disana ada ubur-ubur. Ubur-ubur punya tangan-tangan yang panjang dan ia bisa menyengat untuk melupuhkan mangsanya. Dia seperti menyala di daam laut.
Wow itu ikan apa? Ternyata itu ikan paus yang besar. Dia berenang dengan tenang, tapi lihat giginya tajam. Paus suka memakan anjing laut atau ikan besar lainnya.
Begitulah keadaan di bawah laut yang tenang, banyak keindahan yang Allah ciptakan. Semua binatang di dalam laut, sekecil apapun tetap berjuang untuk mempertahankan hidup. Mereka mencari makanan juga di bawah laut.
***
"Terus Si Pausnya kemana, Mah?"
"Ya ada di bawah laut."
"Aku mau ketemu paus." ujanya.
"Iya nanti kita ke Seaworld ya. Liatnya dari jauh aja. Kan di besar banget." ujar saya.
Ia pun mengangguk. Menjelajah kehebatan Allah dengan melihat semua ciptaanNya itu luar biasa senangnya,
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
"Mah apaan tuh?" ujar Mahira sambil menunjuk ke atap. Saya langsung menghindar karena ternyata itu adalah seekor lebah yang cukup besar.
Mahira sudah tahu kalau lebah bisa menyengat dan kita tidak boleh dekat-dekat. Rupanya ia cukup penasaran hingga malam harinya meminta unuk diceritakan kisah sang lebah.
***
Di hutan yang lebat hiduplah seekor lebah bernama Nubi. Nubi adalah seekor lebah kecil yang tersesat di hutan itu. Ia pun menangis karena tidak tahu jalan pulang. Lalu Bear, seekor beruang madu menegurnya dengan lembut, "Kenapa kau menangis lebah kecil? Dimana keluargamu?
Nubi masih menangis tersedu-sedu tapi perlahan dia mulai menghentikan tangisannya. Nubi pun menjawab pertanyaan Bear, "Aku tersesat, Bear. Ketika rombonganku sedang melewati jalanan ini, aku malah tertarik pada bunga-bunga yang ada disana. Aku pun tak sadar kalau mereka sudah pergi jauh, sedangkan aku masih disini."
"Oh begitu rupanya. Baiklah, akan ku bantu kau untuk bertemu dengan keluargamu lagi tapi dengan satu syarat," ujar Bear.
"Apa syaratnya?" tanya Nubi penasaran.
"Jika kau menemukan keluargamu kembali, jangan sengat aku ya dan beri aku hadiah sebotol madu." ujar Bear.
"Ah baiklah kalau begitu, Bear. Aku setuju!" jawab Nubi.
Bear dan Nubi pun beranjak pergi dari tempat dimana mereka bertemu tadi. Bear mulai menggunkan penciumannya. Hidung Bear peka terhadap bau madu.
"Ahaaa.. sepertinya sudah tidak jauh. Kau akan segera bertemu ibumu, Nubi!" ujar Bear bersemangat.
"Benarkah?"
Betul saja apa yang dikatakan Bear. Sarang para lebah ternyata tidak jauha dari tempat mereka tadi berjumpa, namun Nubi adalah lebah kecil yang masih kesulitan mencari jalan. Nubi pun menghamppiri ibu dan ayahnya yang sedang panik mencarinya.
"Ibu.. Ayah..." teriak Nubi.
"Nubi....." ujar ibunya lembut.
"Akhirnya kamu kembali, Nak. Kamu tadi kemana saja?" tanya Ayahnya.
"Aku tadi tersesat Ayah. Untung Bear si beruang madu ini membantuku." ucap Nubi.
"Terimakasih Bear." ucap Ibu dan Ayah.
"Oh ya.. bolehkah aku memberi Bear sebotol madu?" tanya Nubi pada ibunya.
"Tentu saja. Silahkan ini sebagai tanda terimakasih kami karena kau telah mengantarkan Nubi kemari." ujar Ayah.
"Terimakasih Nubi, terimakasih semuanya." ujar Bear tersenyum lebar. "Kalau begitu, aku pamit dulu." tambahnya.
"Baiklah kalau begitu, Sekali lagi terimakasih, Bear.
***
Mahira pun melemparkan pertanyaannya kembali.
"Mah, beruangnya baik ya?" tanyanya.
"Iya, beruangnya suka menolong tapi dia juga cerdik."
"Cerdik tu apa" tanyanya lagi.
"Iya jadi menolong sekalian minta madu sama Nubi si lebah."
"Oh..." ucapnya antara mengerti dan masih bingung.
"Yang terpenting, kita juga harus berusaha menolong ya. Kalau temen Mahira minta tolong, Mahira mau bantu?" tanya saya.
"Iya, mau." jawabnya mantap.
Menumbuhkan rasa empati pada balita memang agak sulit jika tanpa teladan. Tugas besar yang para orang tua lakukan agar rasa empati anak tumbuh dengan sempurna ialah memupuk rasa empati para orang tua sendiri terhadap anaknya. Jangan lupa rutin mengubah mindset lewat dongeng dan kisah teladan lainnya.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Sebelum tidur biasanya Mahira meminta saya untuk membacakan buku atau mendongeng. Dongeng favoritnya selalu tentang fabel, karena baginya binatang yang seolah-olah bisa bicara dalam imajinasinya itu sungguh menarik.
Sehabis berdo'a sebelum tidur, saya pun memulai dongengnya.
Si Kancil yang tidak Mencuri Lagi
Suatu hari, datanglah seekor anak kancil ke kebun Pak Tani. Ternyata dia sedang mencari timun-timun segar. Siang itu dia merasa lapar sekali. Ingin rasanya ia makan timun-timun besar dan segar milik Pak Tani.
Akan tetapi, tiba-tiba..
"Hei sedang apa kau, anak kancil?" ujar Pak Tani yang sedari tadi memperhatikan
Kancil pun kaget dan menjawab Pak Tani dengan tergagap, " Aaaa aku mau timun, Pak Tani."
"Aku akan memberi kau timun tapi kau harus berjanji tidak mencurinya," kata Pak Tani.
"Akan tetapi aku tidak punya uang sepeser pun," ujar si kancil sedih.
"Baiklah kalau begitu, kau harus membayar timun dengan keringatmu," sergah pak tani.
"Maksudnya bagaimana, Pak Tani?" tanya kancil penasaran.
"Kau harus membatuku membersihkan kebun. Setelah itu kau boleh ambil satu keranjang timun," jawab Pak Tani.
"Baiklah Pak Tani. Aku menyanggupi permintaamu." Kancil pun segera bersiap untuk membantu pak tani membersihkan kebun.
Setelah ia membersihkan kebun, pak tani memberinya satu keranjang timun yang segar. Betapa senang hati si anak kancil. Ia bisa makan timun-timun segar tanpa harus mencuri mengendap-ngendap di kebun Pak Tani. Ia pun tidak harus takut dikurung jika ketahuan mencuri.
Si anak kancil pulang ke rumahnya dengan riang gembira dan ia berterimakasih pada Pak Tani yang memberinya satu pelajaran penting bagi hidupnya.
"Bekerjalah terlebih dahulu, jika ingin mendapatkan sesuatu."
Setelah mendongeng, Mahira pun melontarman pertanyaannya.
"Si kancil jadi baik ya, Mah?" tanyanya.
"Iya, dia gak mencuri lagi. Dia bantuin Pak Tani bersihin kebun. Sebagai upahnya, Pak Tani kasih dia timun," ucap saya panjang lebar.
Mahira tersenyum, sepertinya dia senang sekali mendengar dongeng malam ini.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)











