Home
Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari
Showing posts with label Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari. Show all posts
Showing posts with label Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari. Show all posts
Situs yang saya temukan selanjutnya adalah www.mrprintable.com yang memyediakan printable gratis dan menarik untuk kegiatan anak di rumah.
Ada printable untuk mewarnai, membuat prakarya, mengenal benda, mengenal huruf, angka, dan lainnya.
Berikut contoh printable yang bisa diunduh secara gratis.
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Mainan Buatan dan Aktivitas di Rumah
Selain jajan makanan, anak juga cenderung tergoda untuk membeli mainan jika kita mengajaknya ke pasar atau ke tempat perbelanjaan. Dulu Mahira sangat sulit sekali dibujuk jika sudah memiliki keinginan untuk membeli mainan. Akan tetapi sekarang kami berusaha untuk mengajaknya ngobrol sebelum pergi, bahwa kita pergi keluar bukan untuk beli mainan tapi untuk belanja sayur atau bahan makanan misalnya atau di lain hari kami bersepakat hanya membeli satu jenis mainan atau buku anak saja. Selain itu tidak boleh.
Adapun di rumah, kami berusaha membuat kegiatan atau mainan sendiri agar Mahira tidak terlalu ketergantungan dengan mainan. Kita bisa menggunakan alat-alat dapur atau alat apa saja yang ada di rumah untuk bermain sekaligus menstimulasi tumbuh kembangnya. Contohnya kegiatan menuang air memakai kompan ini. Semuanya terdiri dari peralatan yang ada di dapur. Jadi siapa bilang bermain itu harus dengan berbagai mainan mahal atau mainan yang sering dijual untuk anak-anak? Sebetulnya kita bisa memodifikasi sendiri alat-alat yang ada di rumah dan bermain dengan seru bersama anak.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Manajemen Kulkas Beberapa waktu lalu, saya memulai untuk menjalankan manajemen kulkas dan dapur. Tujuannya agar tidak bingung mau masak apa setiap harinya, memasak lebih ringkas dan cepat, kulkas lebih bersih dan rapi, dan tentunya menghemat uang belanja agar tidak ada pengeluaran lain di luar budget. Alhamdulillah sudah berjalan selama 2 minggu dan memang betul waktu masak lebih singkat dan tidak bingung mau masak apa. Saya belanja di hari Sabtu lalu mulai membersihkan dan memotong sayuran ke dalam toples kecil. Daging-dagingan dan ikan dicuci terlebih dahulu juga diberi bumbu. Yang belum sempat saya lakukan adalah mengupas bawang. Hal itu dilakukan spontan sebelum memasak.
Semoga ini pun ikhtiar untuk menjadi cerdas finansial. Mahira pun ikut terlibat ketika kegiatan membersihkan bahan makanan. Sesekali ikut memotong sayuran bersama.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Suatu hari percakapan bersama Mahira, " Mah, mau kacang dame lagi." ujarnya setelah menghabiskan semangkok edamame. "Loh kan udah habis tadi." "Iya. Mau lagi, Mah." pintanya. "Yaudah, Mahira berdo'a dulu ya ke Allah. Kan Allah yang kasih edamame nya. Nanti sama Allah dikasih lagi." jawab saya . Lalu dia menengadahkan tangnnya dan mulai berdoa, "Ya Allah, Ina mau dame lagi. Aamiin.." doanya setelah saya pandu. Lalu dia bertanya, " Mana mah edamame nya?" "Sabar ya. Terus berdo'a biar dikabulkan Allah. Mahira juga harus nurut sama mamah papah." "Oh iya iya." *** Tak lama saya keluarkan lagi edamame kedua. "Nah kan doa Mahira terkabul. Bilang apa?" "Alhamdulillah..." "Ini dari Allah lho Mahira. Bilang apa ke Allah?" "Makasih ya Allah." ujarnya sambil mengusap keduatangannya ke muka. "Allah baik ya Mahira." "Iya. Allah baik ya. Mana Allah Mah? "Allah
ada di langit di Arsy, tapi Allah selalu lihatin kita dan sayang sama
kita. Makanya kita harus bersyukur dan banyak berdoa ya." "Oke Mah. Siap-siap." jawabnya sambil mengangkat jempol mungilnya. *** Cerdas
finansial juga berarti memahami bahwa apapun rezeki yang kita dapat
semuanya dari Allah dan kita wajib untuk memintanya, bahkan Allah senang
jika dipinta oleh hambaNya.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Setelah mengenalkan 'ngencleng' atau memasukan koin ke dalam celengan, kini saatnya belajar sortir uang receh. Mana yang 500 dan 1000 rupiah. Dari segi bentuk, nominal, gambar sudah bisa diidentifikasi perbedaannya. Pertama, saya jelaskan dulu kalau koin 1000 bentuknya lebih kecil tapi lebih berat dan ada gambar seruling di belakangnya. Untuk koin 500 rupiah lebih besar dan ringan dan bergambar bunga melati (koin putih, bukan yang kurning). Maka dari informasi tersebut, Mahira menyortir uang ke dua tempat berbeda.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperkaya wawasan anak tentang jenis, rupa dan nominal uang. Selanjutnya mungkin akan mengenalkan uang kertas nominal 500 dan 2000 rupiah.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Membersamai anak untuk cerdas finansial itu tentunya harus dibarengi dengan kemampuan sang ibu untuk cerdas finansialnya juga terutama cerdas dalam mengatur keuangan Rumah Tangga. Sebuah catatan bagi saya yang terkadang masih over-budget karena ada pengeluaran lain yang tidak tercatat dalam perencanaan pengeluaran. Sebut saja biaya tak terduga. Konon biaya ini dipakai untuk keperluan mendadak seperti harus keluar kota, ada keluarga yang sakit atau membutuhkan dan jajan-jajan kurang penting karena lapar mata. Cerdas finansial tak hanya cerdas dalam earn tetapi juga cerdas dalam spend yang tidak melupakan saving dan giving. Ya, butuh kedisipilinan untuk membangun kebiasaan baik yang baru. Bukan hanya ibu sebagai seorang istri yang harus menjalaninya tetapi juga pasangan dan anak-anak harus turut mendukung misi hemat cukup berkah ini. Langkah pertama yang kami lakukan untuk lebih pandai mengelola keuangan adalah dengan mengevaluasi pola keuangan keluarga. Mana pos yang harus dibatasi dan mana yang ternyata harus ditambah karena lebih urgent dan prioritas.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Rezeki itu pasti, kemulianlah yang harus dicari. Kata-kata itu seperti menghipnotis diri untuk tetap berbuat dengan segala keterbatasan yang ada. Keputusan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga yang mungkin tidak diwajibkan secara langsung untuk menafkahi keluarga membuat saya merasa lebih rileks :-p Bukan berarti kemudian menjadi lepas tangan dalam urusan keuangan keluarga tapi justru malah mencoba untuk mensyukuri setiap rezeki yang hadir dengan pengelolaan yang baik. Bahkan saya berinsiatif untuk berjualan online dari rumah. Memang berbeda rasanya menjadi penjual dan menjadi karyawan sebuah perusahaan tapi ternyata disitu tantangannya. Satu hal yang pasti, suami lebih menginginkan saya untuk fokus mendidik anak di rumah. Jadi keputusan berjualan online semata-mata untuk menyalurkan passion dan me time. Anak saya pun tahu kalau ibunya berjualan. Beberapa waktu lalu ia ikut ke bazar buku bahkan sesekali memfoto buku-buku jualan saya. Buat dijual katanya supaya dapat uang (konsep jual beli). Yang terpenting dari semuanya adalah bukan tentang nominal, tapi berjualan buku (passion saya di bidang literasi) membuat saya berbinar-binar sekaligus belajar banyak hal baru tentang bisnis. Selain itu dengan berjualan, kita bisa memberi manfaat dari barang atau jasa yang kita jual untuk orang lain.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Jujur deh waktu kecil dulu, saya suka gak sabaran kalau lagi meminta sesuatu. Pokoknya harus segera ada. Untungnya Mamah selalu bisa menangkal hal ini dengan kata-kata "Sagala ge aya prosesna. Teu bisa pok torolong." Sehingga saya menyadari betul saat itu dan tidak pernah meminta sesuatu tanpa poses terlebih dahulu.
Anak-anak kan memang belum mengerti hal-hal seperti itu, makanya saya selalu katakan pada Mahira jika Mahira menginginkan sesuatu, Mahira harus terlebih dahulu berdo'a pada Allah dan setelah itu berusaha untuk menabung seperti Saliha (tokoh dalam buku cerita balita).
Iya, Saliha menginginkan buku di toko buku tapi uangnya tidak cukup. Akhirnya Ibu Saliha menyarankannya untuk menabung. Setelah tabunganny penuh, Saliha pun bisa membeli buku meski dalam perjalananya dia sesekali tidak menabung karena uangnya di pakai jajan dan ketika itu sang ibu menegurnya dengan penuh kasih sayang.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Untuk mengerem kebiasaan jajan, biasanya saya buatkan cemilan di rumah seperti kue-kue sederhana atau snack lainnya yang mudah dibuat. Hal ini lumayan menghemat uang belanja yang beberapa kali over budget karena jajan anak dan jajan ortunya. Biasanya saya ajak Mahira untuk membuat snack tersebut agar mengetahui proses dan setelah itu sama-sama menikmati hasil jadi ngemilnya lebih terasa puas. Masalah jajan ini ternyata bukan saja terjadi pada Mahira, tapi terjadi juga pada kami orangtuanya. Ya kebiasaan jajan Mahira sepertinya menurun dari kami. Jadi kami sepakat untuk sedikit demi sedikit mengurangi jajan di luar dan berusaha untuk homemade selagi bisa dilakukan.
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Memperkenalkan 'ngencleng' alias menabung di celengan sudah saya kenalkan sejak Mahira usia satu tahun. Ia senang mencoba memasukan koin ke dalam celengan. Hanya saja ia belum memahami konsep menabung itu seperti apa.
Nah kali ini saatnya menjelaskan lebih dalam tentang konsep menabung ini. Kebetulan Mahira beberapa waktu dibelikan celengan bebek yang baru oleh Ayahnya.
"Mahira, yuk kita nabung. Uangnya dimasukkan ke dalam bebek ya."
"Iya. Sini sama Ina mah masukin." ujarnya.
"Nanti kalau sudah penuh celengannya, uangnya bisa kita pakai untuk beli makanan atau buku, dan ngasih ke orang buat makan."
"Ina mau beli mainan Mah."
"Iya, makanya harus nabung dulu disini sampai penuh. Jangan lupa sebagian di kasihin ke orang yang gak bisa makan ya."
"Kenapa gak bisa makan?"
"Kan gak punya uang jadi belum bisa beli makan. Makanya nanti kita kasih dari sini ya."
"Iya." jawabnya. Entah sudah mengerti apa belum tentang apa arti memberi atau sedekah dari sebagian uangnya. Kalau untuk konsep membeli atau menggunakan uang sepertinya dia sudah paham :-D
Jadi dalam hal ini saya coba menjelaskan bahwa tabungan itu baiknya di bedakan menjadi 3 bagian : Saving (untuk ditabung), Spending (untuk digunakan), dan Sharing (untuk dibagikan).
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Tantangan mengajak anak ke warung atau minimarket adalah mengatasi keinginannya untuk jajan. Anak-anak usia 2 tahun ke atas biasanya sudah mempunyai keinginan jajanan tertentu, kalau Mahira biasanya ingin jajan susu UHT setiap kali ke tempat belanja.
Suatu hari, saya dan Mahira ke warung hendak membeli sayuran dan bahan makanan. Tiba-tiba dia menuju kulkas dan mengambil susu UHT. Setelah itu dia melihat sosis dan menginginkannya juga, padahal tadi sudah membuat kesepakatan kalau hanya jajan susu UHT saja.
Akhirnya saya membiarkan dia memilih,
"Mahira jajannya satu saja ya. Uang mamah gak cukup kalau beli dua. Kan Mamah harus belanja sayur."
"Ngga, mau dua." rengeknya.
"Yaudah, Mahira pilih deh mau susu atau sosis?"
Terlihat berpikir sejenak.
"Susu aja deh." jawabnya.
Fiuh, akhirnya dia mulai bisa menentukan pilihan. Pada awalnya dia sulit untuk memilih salah satu, tapi karena terus dilatih dan dibiasakan akhirnya dia berusaha untuk memilih.
Yup, salah satu ikhtiar agar anak cerdas finansial adalah anak mampu membelanjakan uang sesuai kebutuhan yang paling penting :-D